script online

the things that we can do…

PRINT ON DEMAND

Posted by scriptonline pada Juni 19, 2009

Print On Demand (POD) merupakan salah satu teknik/cara mencetak. Berbasis pada kemajuan teknologi digital (digital printing), POD memainkan peran penting dalam hal memberikan suatu opsi dalam proses mencetak, khususnya untuk mencetak dalam jumlah yang relative sedikit. Lewat teknik mencetak ini, tahap tertentu yang harus dilakukan pada sistem cetak konvensional (offset) tidak lagi diperlukan. Karena proses yang lebih sederhana, maka cetak digital memungkinkan orang menghemat biaya dan waktu untuk jumlah cetak tertentu.

Sistem cetak konvensional (offset)—mempunyai rantai proses yang panjang. Secara sederhana proses itu terbagi dua: pra-cetak dan cetak (pre-press dan press).  Orang mempersiapkan art-work atau naskah pada proses pra-cetak. Jika naskah itu adalah naskah buku, setelah melewati tahap penyuntingan, diperlukan penata-letakan (lay out). Sebagian orang, khususnya praktisi cetak, menyebutnya proses monting. Setelah selesai ditata, naskah dinyatakan siap cetak. Isi naskah direkam ke dalam lembaran-lembaran film, untuk kemudian memindahkan isi naskah pada lmbaran film ke atas pelat cetak. Dan proses cetak dimulai. Dengan pelat cetak itulah percetakan memulai proses cetaknya di atas mesin cetak atau mesin offset. Karena menggunakan film dan pelat, maka cetak ofset mensyaratkan jumlah cetak tertentu agar biaya cetak per buku tidak menjadi terlalu mahal. Biasanya jumlah yang disyaratkan tersebut antara 3000-5000 eksemplar.

Pada cetak digital – Print On Demand, percetakan tidak lagi perlu merekam naskah ke dalam film dan pelat. Naskah siap cetak, dapat langsung dicetak di mesin cetak. Mengapa demikian? Karena mesin cetak digital bekerja dengan menerima naskah (materi cetak) langsung dari komputer, tanpa memerlukan film dan pelat cetak. File naskah siap cetak yang ada di komputer dikirim langsung ke mesin untuk dicetak, layaknya seperti jika anda mencetak data dari komputer dengan menggunakan printer desk-jet atau toner. Proses pembuatan film dan pelat yang memakan waktu dan biaya tidak lagi diperlukan. Ini berarti pada dasarnya tidak diperlukan jumlah minimal cetak. Pencetakan naskah dapat dilakukan dengan jumlah dan anggaran yang sesuai dengan kebutuhan dan ukuran kantong. Pada hakikatnya cetak digital memang lebih ekonomis dan efisien untuk tiras kecil. Bukan itu saja fitur yang ditawarkan cetak digital. Pengarang atau editor juga dapat mengubah atau memperbaiki naskahnya pada detik-detik terakhir proses cetak. Fleksibilitas semacam ini berisiko biaya besar jika dilakukan pada pencetakan konvensional karena perbaikan pada naskah yang akan dicetak berati penggantian film dan pelat cetak, di samping diperlukan waktu kerja lebih lama.

Ditulis dalam Info dan Artikel | Komentar Dimatikan

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.